
JAKARTA --- Sebanyak 20 mahasiswa Program D4 Sekolah Tinggi Elektronika ITB (STEI) akan dikirim ke daerah terluar (perbatasan dengan negara jiran). Pengiriman mahasiswa ini di lakukan atas kerjasama Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC), Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal.
"Tujuan yang diharapkan adalah mempercepat informasi, terutama informasi pendidikan, pemerataan pendidikan, meningkatkan kualitas pendidikan, dan meningkatkan nasionalisme," kata Gatot Hari Priowirjanto, Direktur SEAMOLEC, dalam konferensi pers di Gerai Informasi dan Media (GIM), Kemdiknas, Jakarta, Kamis (8/7).
Para mahasiwa akan disebar ke Kabupaten Sangihe Talaud, Sulawesi Utara; Kabupaten Atambua, Nusa Tenggara timur; Kabupaten Merauke, papua; kabupaten Entikong, Kalimantan Barat, dan Kabupaten Natuna, Riau Kepulauan.
Mahasiswa yang berkesempatan mengikuti program ini adalah penerima beasiswa SEAMOLEC. Mereka mendapat penugasan selama 6 bulan. Selama bertugas mehasiswa tersebut akan memasang, memelihara dan mencoba perangkat Southeast Asian Education Network (SEA Edunet). SEA Edunet adalah sistem pengiriman data dengan menggunakan teknologi multicast, di mana pengiriman data dilakukan secara bersamaan ke banyak titik (one to many). Namun demikian tetap dikelompokkan ke dalam group tertentu.
Manfaat perangkat SEA Edunet adalah dapat mengakses informasi dengan lebih cepat, dapat digunakan sebagai sarana pendidikan jarak jauh (PJJ), sebagai salah satu sumber belajar, dan dapat memperoleh siaran televisi nasional yang terintegrasi dengan siaran pendidikan.


0 komentar:
Posting Komentar
Isilah Komentar dengan bahasa yang baik. thanks..